Dari beberapa mentor fotografi, mereka bilang bahwa dasar fotografi itu pencahayaan. Memahami dari mana arah cahaya datang dan seberapa besar intensitasnya. Boleh percaya atau tidak, itu pelajaran dasar yang saya dapatkan.Yap, coba deh amati kalo kalian sempat hunting sama fotografer beneran, mereka pasti ngga asal. Pasti selalu ada ritual yang khas, mengamati ngeliat kondisi sekitar dengan seksama.
Setelah pencahayaan, barulah pengaturan bukaan dan shutter speed. Misal dengan cahaya seperti ini, berapa bukaan dan kecepatan yang sesuai. Ini penting juga, karena jika sembarang cahaya yang tertangkap bisa terlalu banyak atau sebaliknya.
Sebagai contoh foto di atas, itu cahayanya jelas dari mana arahnya. Kita ngga perlu lagi menggunakan flash, pengaturan di bukaan dan kecepatan. Berbeda dengan foto di bawah ini. Ini foto diambil di dalam ruangan. Tanpa bantuan pencahayaan tambahan, serta pengaturan yang tidak tepat, hasilnya foto nampak kurang cahaya.
Benteng Van Der Wijk
Mungkin karena saking pentingnya pencahayaan, ada beberapa orang yang manja. Sedikit-sedikit kalo motret mesti pake flash. Gelap sedikit aja itu flash langsung diaktifin. Padahal dengan sedikit cahaya, kita bisa membuat foto nampak lebih dramatis. Tinggal sedikit pengaturan di bukaan dan kecepatan aja, hasilnya mesti ciamik.
Contoh, foto kameramen di bawah ini. Ini saya foto di dalem Goa, waktu itu sedang take untuk acara petualangan. Atau foto abdi keraton yang sedang membisikkan sesuatu. Waktu itu saya mencoba mengambil efek cahaya dari perapian tungku di samping kanannya.
Goa Jomblang
Abdi Keraton
Teater Garasi, Taman Budaya Yogyakarta
Model Hesti.
Akhirnya, jika pencahayaan di tempat gelap sudah dikuasai, memotret di tempat yang terang atau studio menjadi sesuatu yang mudah. Percaya deh! :D