Sunday, November 27, 2016

Sesi Foto Untuk HaloDoc

Sebagai start-up baru di bidang kesehatan, HaloDoc ini bisa gw bilang terobosan yang menarik. Dengan sebuah aplikasi, lo bisa atur jadwal konsultasi dengan berbagai macam dokter dengan spesialisnya masing-masing secara video call.

Selain itu juga, resep bisa langsung dipesan dan diantar melalui aplikasi HaloDoc. Di mana pun dan kapanpun, tanpa harus berkunjung ke rumah sakit atau apotik untuk memesan obat.

Konsep inilah yang gw terapkan untuk digunakan sebagai media promosi HaloDoc ketika diminta untuk mengambil foto promosi HaloDoc. 

Tidak terlalu banyak layout yang diambil. Sekitar 20 layout foto yang digarap seharian. Beberapa contohnya, gw tampilkan di sini. Btw, foto-foto yang ada di bawah ini, semuanya masih mentah ya...  


Sunday, November 06, 2016

Tips Cerdas Mengolah Informasi



Sekarang ini, kita kebanjiran informasi. 

Banyak di luar sana, berita-berita atau informasi yang begitu tersebar di jejaring sosial. Satu sisi bagus, informasi beredar luas di masyarakat. Di sisi lainnya, kita ngga pernah tau apakah itu benar atau sekadar isu miring yang membuat percik-percik api yang siap membakar.

Pada dasarnya, orang hanya tertarik akan sesuatu jika sebelumnya ia memiliki keterikatan dan minat  sebelumnya. Misal gw yang suka dengan fotografi, maka sesuatu hal yang berkaitan dengan kamera, foto dan segala macam aksesorisnya, menarik minat gw untuk mencari dan membaca informasinya.

Sama halnya juga dengan ideologi, paham dan sebagainya. Ketika gw ga tertarik dengan suatu paham, kemungkinan kecil gw untuk mencari informasi tersebut. Jangankan membacanya, mencarinya saja gw ogah.

Dasar inilah, yang dianut oleh Facebook (kenapa gw tiba-tiba ngomongin FB, karena trendnya memang orang-orang kembali berkerumun di FB). Apapun yang lo sukai di FB, entah lo pernah nge-like suatu status, video dan lainnya, ini semua dicatat dengan rapi oleh FB. Dari catatan inilah, FB menampilkan apa yang kita sukai berdasarkan minat kita masing-masing. Di satu sisi, algoritma FB bisa dikatakan pintar. Menyajikan apa yang kita sukai. Tapi, di satu sisi, membuat kita semakin sempit wawasannya. Kita akan disajikan dengan hal-hal yang sesuai dengan minat kita. Lalu, kita secara ga langsung, ngga belajar atau melihat sesuatu yang baru di luar minat kita.

Memang ga se-saklek itu. Tapi ini real dan terjadi. 
Oke, kita balik lagi ke obrolan kita tentang banjirnya informasi.

Pertanyaan gue, apa yang menjadi acuan lo dalam membaca berita? Apakah lo hanya akan membaca berita yang sesuai dengan minat lo, tanpa peduli sumber berita valid atau tidak?

Lalu, ketika ada media nasional yang memberitakannya, tidak sesuai dengan minat atau paham lo, apakah lo dengan serta merta berkata bahwa itu berita tidak benar?

Kalau hanya mau menerima informasi berdasarkan apa yang disuka, mau bener atau tidak diterima begitu saja tanpa mencari sumber informasi lainnya, gw cuman bisa kasih saran untuk berubahlah.

Berubah untuk mau membuka wawasan secara lebih luas. Jangan mau termakan oleh berita yang ga jelas sumbernya dari mana. Kalau ada sumber berita di FB atau manapun, yang lo ga tau itu sumbernya dari mana, dan medianya bisa dipercaya atau tidak, saran gw tinggalkan itu berita.

Ga usah lo klik atau lo share. 

Kalau tanya kenapa? Tanyakan ini ke gw jika kita bertemu secara langsung untuk tau jawabannya.







Monday, October 24, 2016

Give Away Voucher Menginap The Sunan Hotel Solo

Ada 2 voucher menginap dari The Sunan Hotel Solo untuk 2 orang pemenang give away kali ini. Caranya mudah, cukup regram dan share apa makna Sumpah Pemuda menurutmu masing masing?



Klik link selengkapnya di sini 

Friday, August 19, 2016

Dirgahayu Republik Indonesiaku!



Dari sekumpulan perjalanan yang akan selalu membuat rindu tentang Indonesia. Budaya, alam dan masakannya yang tidak pernah tertandingi.
Dirgahayu Republik Indonesiaku! ‪#‎HUTRI71‬

Friday, August 12, 2016

Behind The Scene 3 Srikandi



Ketika jaman kuliah dulu, gw pernah punya keinginan untuk belajar perfilman. Rencananya ambil beasiswa di Paris. Waktu terus berjalan, gw kerja dan akhirnya keasyikan untuk kerja dan semangat untuk mencari beasiswa di Paris memudar. 

Meskipun gw sadar bahwa semangat untuk mencari beasiswa itu memudar, satu hal yg pernah gw ikrarkan adalah suatu saat nanti, nama gw ada di credit tittle bioskop. Ya, pernah beberapa tahun yg lalu gw twitkan keinginan ini. Gw ga mikir seperti apa caranya hingga nama gw bisa sampai ada di credit tittle, tapi yang jelas di bayangan gw adalah gw ikut dalam suatu produksi film layar lebar.