Pendidikan Indonesia Yang Tak Hanya Sekadar UN

Saya begitu takjub dengan pengawasan soal-soal Ujian Nasional (UN) sebelum dan saat pelaksanaan UN. Melibatkan aparat kepolisian, soal UN serta pelaksanaan UN dijaga cukup ketat. Pemerintah nampaknya tak ingin kecolongan dengan terjadinya kecurangan-kecurangan saat UN. Sehingga berupaya semaksimal mungkin utuk menjaga dan mengawasi dalam pelaksanaan UN.

Pertanyaannya, apakah ini semua akan membuahkan hasil yang optimal? Apakah tujuan pemerintah yang menaikan nilai rata-rata kelulusan menjadi 5,25 akan miningkatkan mutu kualitas pendidikan?

Jawabannya bisa saja ya dan tidak, tergantung dari sudut pandang si penjawab. Menurut saya, jika memang pemerintah menjadikan 5,25 sebagai patokan akhir keberhasilan proses pendidikan disekolah, itu bukanlah hal yang mutlak salah . Tapi ada baiknya juga untuk mengedepankan keberhasilan pendidikan dengan mengevaluasi proses pembelajaran. Proses pembelajaran adalah rentang waktu yang panjang. Yang memiliki metode-metode serta terstruktur.

Jika kalangan pendidik ingin jujur dengan dirinya sendiri, apakah selama ini proses pembelajarannya sudah optimal? Penjelasan guru, soal-soal latihan, tes evaluasi, buku-buku penunjang serta fasilitas penunjang lainnya, apakah sudah dimanfaatkan dengan optimal? Sehingga membuahkan pemahaman yang baik kepada anak didik.

Pemerintah pun harus jujur, apakah kesejahteraan guru sudah layak? Apakah keberadaannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sudah dihargai dengan layak? kalau memang sudah, tentulah kita tak akan menjumpai guru-guru yang memiliki kerjaan sambilan disamping profesi mengajarnya. Tentulah kita tak akan menjumpai guru yang memberikan semua tips n trik ketika mengajar di lembaga bimbingan. Sedangkan ketika mengajar disekolah, tips dan trik tidak disampaikan ataupun kalau disampaikan hanya beberapa.

Dan pertanyaan akhir, apakah pendidikan di Indonesia ini benar-benar menjadi prioritas utama dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa? Dimana pendidikan saat ini bukanlah harga yang murah.

*Berita terkait:
Ujian Nasional Dimulai 22 April 2008
Naskah Soal Ujian Nasional Dijaga Sangat Ketat
Distribusi Soal UN Diperketat
UN Hari Pertama Berjalan Lancar
Presiden Yudhoyono Berjanji Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Sultan HB X: Pendidikan Harus Kembali Ke Pancasila


Comments

  1. sekolah makin susah, untung gw goblok di jawan kegoblokan dianggap sebagai sebuah identitas baru...wekekekeke

    ReplyDelete
  2. @cewektulen: pantesan tesis lu blm kelar2 nja
    *peace,damai njaaa:D*

    ReplyDelete
  3. ya kalo dipikir2 nilai 5,25 itu ngenanya kemana ya kalo karn ngejar nilai itu para pelajar jor-joran ngapal hanya agar bisa njawab soal.., pemahaman penyerapan bisa saja gk termuat.... krn dikepala udah penuh dgn jwbn abcd, .... Crita teman yg baru pulang dari Canada, bahwa disana jstru gak ada yg namanya UN sprti yg kita kenal di negara kita...Utk mengetahui sejauh mana "daya serap" para siswanya diadain evaluasi penguasaan per materi untuk menjaga kompetensinya.... dgn demikian bila ada yg blm dpt nguasai akan terus digemleng sampai ngerti...jd yg ditekankan adalah pendalaman dan penguasaan materi...siswa lebih diarahkan ke minat dan baktnya masing2... gak smua matapelajaran hrs nila 10 lagi disana yg di diprioritas tu skillnya dgn menempatkan mreka di kantor2 untuk magang..smbil blajar, ilmunya hrs dipraktkkan langsung.... bedanya kalo siswa kita jor2an ngejar nilai, kalo disana mereka berlomba-lompa tuk ningkatin skill yg dimiliki melaui magang dikantor2...

    ReplyDelete
  4. dikantor2 dan badan2 usaha lainnya

    ReplyDelete
  5. skr 6 subjek = 5.25 rata".. luar biasa hebad.. adek gw ampe jungkir balik blajar gara2 un... yah, gw terkadang nggak setuju atas nilai rata2 yg di bikin sama pemerintah, dan lebih ga setuju lagi, 6 subjek yang ditentuin plus rata2 ituh adalah penentu atas 12 tahun kita berjuang slama ini... fyuh...

    but u know what, adek gw yg ga pernah belajar, skr jadi anak paling rajin yang ada di keluarga gw.. hehe.....

    ReplyDelete
  6. @rita nusa indah: yah, orang kita masih menganggap nilai adalah segalanya.

    @anggangelina: hahaha... gw dulu aja sempet jungkir balik juga gara min nilai rata2 harus 3. untung lolos.

    ReplyDelete

Post a Comment